FAQs

Kami berharap lulusan Ibnu Sina menjadi generasi Qurani yang intelek, hafal, dan mengamalkan Al-Quran. Mereka dipersiapkan menjadi individu yang mandiri, memiliki etika islami yang kuat, serta kompeten dalam memadukan keilmuan agama dengan sains dan teknologi sosial.

Pesantren ini lahir dari amanah keluarga besar untuk mengembangkan “Rumah Tabon” menjadi pusat kegiatan keagamaan sejak tahun 2016. Berawal dari TPA dan kajian masyarakat, kini berkembang menjadi lembaga pendidikan yang didukung oleh keluarga besar Bani Utsman dan tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Fasilitas kami mencakup Masjid sebagai pusat spiritual, asrama yang dikonversi dari rumah induk untuk kenyamanan maksimal, serta ruang kelas yang representatif. Tersedia pula laboratorium komputer untuk praktik digital, perpustakaan untuk literasi, serta sarana olahraga untuk menjaga kebugaran fisik santri.

Ya, kami menyediakan program SaKalong (Santri Non-Mukim). Program ini ditujukan bagi warga setempat atau masyarakat umum yang ingin mengaji, menghafal, dan mendalami ilmu Al-Quran secara rutin tanpa harus menetap atau tinggal di dalam asrama pesantren.

MADINAQU (Madrasah Kaderisasi Imam, Dai, dan Muallim Tahfizh Al-Quran) adalah program khusus untuk santri dewasa atau lulusan SMA/setingkat. Tujuannya adalah mencetak pengajar Al-Quran dan dai yang tidak hanya mumpuni secara agama, tetapi juga dibekali berbagai keterampilan profesional untuk mengabdi di masyarakat luas.

Para santri dibimbing langsung oleh pengasuh, Khairul Imam, S.Th.I, M.Ag, seorang dosen Ilmu Hadis dan pemegang sanad Al-Quran. Beliau dibantu oleh para ustadz alumni Gontor dan pesantren Salafiyah, serta guru-guru kompeten di bidang Ulumul Quran, Ilmu Hadis, dan teknologi. selengkapnya tentang pengsuh

Tidak, kami juga menyelenggarakan kelas Dirasat Islamiyah agar santri memahami kandungan Al-Quran yang mereka hafal. Selain itu, santri mendapatkan pelatihan soft skill seperti desain grafis, web programming, fotografi, hingga penulisan kreatif agar mereka siap terjun langsung ke dunia kerja setelah lulus.

Awalnya santri bersekolah di SMP/MAN sekitar, namun sejak 2019 kami membuka kelas mandiri bekerja sama dengan lembaga PKBM untuk pengakuan formalnya. Langkah ini diambil agar jam pelajaran agama lebih efisien, sinkron dengan jadwal tahfizh, dan santri memiliki waktu lebih untuk membekali diri dengan keahlian kerja profesional.

Kami menerapkan sistem pendidikan hibrida yang memadukan kurikulum Salafiyah (kitab kuning), sistem Muallimin (Pondok Modern Gontor), dan fokus utama pada hafalan Al-Quran. Keunggulan kami terletak pada integrasi ilmu agama yang mendalam dengan penguasaan teknologi digital untuk menjawab tantangan zaman.

Kami berlokasi di Dusun Dakawon, Sumbersari, Moyudan, Sleman, Yogyakarta. Pesantren ini berdiri di atas lahan seluas ± 2.000 m² yang tenang dan jauh dari kebisingan kota, sehingga menciptakan suasana yang sangat kondusif bagi para santri untuk fokus menghafal Al-Quran.